4 Oknum Buruh Tersangka, DPR Apresiasi Polresta Tangerang

TANGERANG – Anggota Komisi III DPR RI Rano Alfath menyayangkan aksi anarki dan adanya persitiwa kekerasan yang dilakukan oleh beberapa oknum buruh di PT Ikad, Kecamatan Pasar Kemis yang terjadi pada saat aksi demonstrasi menolak RUU Cipta Kerja, Selasa (3/3/2020).

“Sangat! Sangat menyayangkan karenakan menyampaikan aspirasi itu tidak harus anarkis bisa dengan damai tenang,” kata Rano setelah mengikuti forum silaturahmi pengusaha di wilayah Hukum Polresta Tangerang, Kamis (5/3/2020).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga berharap kejadian yang menimpa satu pekerja di Pasar Kemis luka, tidak terulang kembali.

Ia mengajak kepada rekan–rekan buruh dan serikat pekerja untuk menjauhi tindakan–tindakan yang bersifat anarkis dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

Menurutnya, para buruh juga tidak perlu memaksa masuk ke pabrik–pabrik jika memang perusahaan tersebut sudah mengirimkan perwakilannya untuk ikut serta dalam aksi demonstrasi.

Ditambahkan. kawan–kawan serikat buruh juga harus bisa mengingatkan untuk tidak berbuat anarkis dalam menyuarakan aspirasi.

“Menyampaikan aspirasi kita dukung kog, di DPR pun. Semua elemen–elemen penegakan hukum juga pasti mendukunglah tapi jangan anarkis,” ujarnya

Meski demikian, aksi kekerasan yang terjadi itu dilakukan oleh segelintir oknum buruh. Ia juga sudah meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas jika ada oknum yang melanggar hukum.

“Polresta Tangerang juga sudah sangat luar biasa yah. Harus diapresiasi. Saya juga meminta pak Kapolres untuk tidak takut, kita dukung tindakan tegasnya,” pungkas Rano Alfath.

Sebelumnya, Polresta Tangerang Polda Banten mengamankan 10 orang oknum Buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KSBI) di Keluraham Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang.

Mereka ditangkap karena adanya laporan dari korban yang juga sebagai pekerja dengan dugaan kasus pengeroyokan. Dari 10 oknum buruh yang ditangkap, 4 orang jadi tersangka.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *